Pada Jumat, 10 Februari 2023, Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) mengadakan pembahasan terkait pengembangan ekosistem dan konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Beberapa pihak turut serta dalam diskusi tersebut, antara lain Dirjen Sumber Daya Alam dan Perlindungan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Direktur Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Presiden Dewan Pariwisata Berkelanjutan Indonesia, dan Komite IBI. Kegiatan diskusi dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung selama dua jam secara daring di platform Zoom. Prof. Dr. Hadi Suwarno, S.U., sebagai moderator jalannya diskusi memandu bahasan utama terkait pengembangan ekowisata untuk meningkatkan kapasitas ekonomi nasional, yang selanjutnya mendukung upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistem.
Beberapa peserta menyampaikan pendapat mereka dalam diskusi ini. Menurut Prof. Dr. Ir. H. Hadi Alikodra, MS., untuk mengembangkan ekowisata ini, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu supply dan demand, ekoregion, biopolitik, dan SWAT keberlanjutan analisis. Prof. Dr. Ir. E.K.S. Harini Muntasib, MS., pun menyampaikan bahwa ekowisata yang dibangun harus memberikan pengetahuan dan arti kepada setiap pengunjung seperti pengetahuan keanekaragaman hayati yang hanya ditemukan di lokasi ekowisata tersebut. Keanekaragaman hayati ini menjadi relungnya Komite IBI dimana indeks biodiversitas akan dihitung. Oki Hadian sebagai salah satu dari Komite IBI menyampaikan bahwa terkait Indeks Biodiversitas yang sedang dirancang masih perlu dimapankan. Data primer yang dibutuhkan telah diinisiasi namun memerlukan keterlibatan semua pihak yang ada.
Kegiatan diskusi diakhiri dengan menyimpulkan aktivitas yang perlu dilakukan berikutnya seperti perlunya menyusun roadmap, penyusunan spesifikasi resource tiap lokasi, dan kegiatan rutin yang dilakukan oleh IBI.