Yogyakarta, 30 Juni 2026 – Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 yang dihadiri pimpinan fakultas, departemen, dan program studi biologi, pendidikan biologi, bioteknologi, serta mikrobiologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Rakernas menjadi forum strategis untuk membahas berbagai isu pengembangan pendidikan tinggi biologi, meliputi penguatan sumber daya manusia dosen, internasionalisasi riset biodiversitas, penyelarasan naskah akademik program sarjana dan pascasarjana, pengembangan profesi biolog, hilirisasi hasil riset, penguatan basis data biodiversitas nasional, serta implementasi Sistem Akreditasi LAMSAMA (SALAM) 3.1.
Ketua KOBI, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menegaskan bahwa penguatan pendidikan tinggi biologi memerlukan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga penelitian, dunia usaha dan industri, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi ilmu biologi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Lebih lanjut, Prof. Budi menyampaikan bahwa pendidikan biologi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, termasuk kemajuan bioteknologi, bioinformatika, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dan pengelolaan data biodiversitas. Adaptasi tersebut perlu diikuti dengan penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, perluasan jejaring kolaborasi, serta pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional yang kuat, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.
PENGEMBANGAN SDM DOSEN
Sesi utama menghadirkan Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani selaku Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memaparkan arah kebijakan pengembangan sumber daya manusia pendidikan tinggi Indonesia. Berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, transformasi digital, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), dan kebutuhan talenta berpendidikan tinggi, menjadi faktor penting yang perlu direspons oleh perguruan tinggi melalui penguatan kapasitas SDM dan inovasi.
Direktorat Sumber Daya juga memaparkan berbagai program pengembangan karier dosen, peningkatan kualifikasi akademik, penguatan publikasi ilmiah, pengembangan kompetensi profesional, serta penguatan budaya integritas akademik. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.
INTERNASIONALISASI RISET BIODIVERSITAS
Rakernas menghadirkan Prof. Chiharu Nakashima dari Mie University yang membahas pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik, memperkuat publikasi ilmiah, dan meningkatkan visibilitas riset Indonesia di tingkat global.
Paparan tersebut memberikan wawasan mengenai berbagai bentuk kerja sama akademik dan penelitian internasional yang dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi Indonesia. Diskusi juga menyoroti pentingnya pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas peneliti dan mahasiswa, serta pengembangan jejaring riset yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan konservasi biodiversitas.
PENYELARASAN NASKAH AKADEMIK PROGRAM STUDI BIOLOGI
Workshop Penyelarasan Naskah Akademik Program Sarjana dan Pascasarjana Biologi dipandu oleh Dr. Rodiyati Azrianingsih dan Dr. Nova Harini. Forum ini membahas penyelarasan kurikulum untuk memastikan fondasi keilmuan yang kuat sekaligus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Pembahasan mencakup profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, kompetensi penelitian, integrasi teknologi digital dan AI, serta kesinambungan kompetensi antara jenjang sarjana, magister, dan doktor. Peserta juga menekankan pentingnya literasi data, komunikasi ilmiah, kolaborasi multidisiplin, etika, dan integritas akademik sebagai bagian dari penguatan pendidikan biologi nasional.
PENGEMBANGAN PROGRAM PROFESI BIOLOG
Rakernas memberikan perhatian khusus pada pengembangan profesi biolog sebagai upaya memperkuat pengakuan, kompetensi, dan daya saing lulusan biologi. Dalam sesi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku perwakilan Indonesian Biology Association (IBA), dibahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan profesi biolog di Indonesia.
Diskusi menyoroti meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang konservasi biodiversitas, kesehatan, pertanian, bioteknologi, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam. Peserta menekankan pentingnya penyelarasan antara pendidikan akademik dan kompetensi profesi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga sertifikasi, dunia industri, dan pemerintah dalam mendukung pengembangan standar kompetensi serta sistem sertifikasi profesi biolog di Indonesia.
HILIRISASI INOVASI DAN KOLABORASI PERGURUAN TINGGI–INDUSTRI
Rakernas menampilkan pengembangan kit ekstraksi DNA hasil kolaborasi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan PT Konimex sebagai contoh implementasi hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi. Paparan mengenai proses pengembangan, potensi pemanfaatan, serta peluang pengembangan inovasi tersebut disampaikan oleh Dr. Stanley Evander Emeltan Tjoa, S.Si., M.Biotek. selaku perwakilan PT Konimex.
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong pemanfaatan hasil riset untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi. Diskusi juga menyoroti perlunya penguatan ekosistem hilirisasi melalui dukungan regulasi, pendanaan, pengembangan sumber daya manusia, dan perluasan jejaring kolaborasi agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
PENGUATAN BASIS DATA BIODIVERSITAS NASIONAL
Yayasan Indikator Biodiversitas Indonesia (YIBI) memaparkan berbagai inisiatif pengembangan dan integrasi data biodiversitas nasional. Paparan disampaikan oleh Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, Ph.D. selaku Ketua Pengurus Yayasan Indikator Biodiversitas Indonesia (YIBI), yang menjelaskan pentingnya penguatan sistem pengelolaan data keanekaragaman hayati sebagai fondasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi, dan pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Forum menekankan bahwa ketersediaan data biodiversitas yang berkualitas, terstandardisasi, mudah diakses, dan berkelanjutan merupakan prasyarat penting untuk mendukung penelitian, konservasi, pendidikan, serta penyusunan kebijakan berbasis sains. Selain itu, peserta mendorong penguatan jejaring data biodiversitas nasional melalui peningkatan kolaborasi antarperguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi konservasi, pemerintah, dan masyarakat.
SOSIALISASI SISTEM AKREDITASI LAMSAMA (SALAM) 3.1
Pada sesi penutup, Prof. Roto selaku Wakil Direktur Akreditasi LAMSAMA menyampaikan sosialisasi implementasi Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 3.1 melalui platform SALAM 3.1.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai evaluasi diri program studi, penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED), Asesmen Kecukupan (AK), Asesmen Lapangan (AL), serta penguatan sistem penjaminan mutu internal. Sosialisasi ini menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam membangun budaya mutu, meningkatkan akuntabilitas akademik, dan memperkuat daya saing pendidikan tinggi.
KOMITMEN KOBI UNTUK PENDIDIKAN BIOLOGI INDONESIA
Melalui Rakernas 2026, KOBI menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama antarprogram studi, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, mendukung pengembangan sumber daya manusia akademik, memperluas jejaring internasional, serta mendorong peningkatan mutu program studi melalui sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.
Rakernas juga menjadi wadah konsolidasi nasional bagi komunitas pendidikan biologi Indonesia dalam menghadapi tantangan dan peluang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan pembangunan nasional yang semakin dinamis.