Berita/Artikel

RAKERNAS KONSORSIUM BIOLOGI INDONESIA 2025

Jakarta, 29 Juli 2025 – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) telah sukses diselenggarakan di Universitas Esa Unggul, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta perwakilan program studi Biologi dan Pendidikan Biologi meliputi jenjang S1, S2, S3 di seluruh Indonesia. Rakernas tahun ini mengangkat tema “Integrasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan dan Riset Biologi: Peluang dan Tantangan Era Digital” sebagai respon atas dinamika dan transformasi pendidikan tinggi di era teknologi digital ini.

Sesi utama disampaikan oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Ketua Konsorsium Biologi Indonesia yang membahas bagaimana AI mampu membantu menggerakkan perubahan dalam riset dan pembelajaran biologi. Contoh nyata peran AI yakni melalui program seperti Flukebook, Sharkbook, dan sistem PAWS yang mampu meningkatkan akurasi pemantauan keanekaragaman hayati. 

Pada sesi selanjutnya yakni Kebijakan Pendidikan Tinggi, Prof. Berry Juliandi (Dekan FMIPA IPB) menegaskan perlunya paradigma pendidikan tinggi generasi keempat yang menekankan kolaborasi quadruple-helix (perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat). Beliau juga menguraikan pentingnya transformasi dari problem-solving AI ke generative AI (GenAI) dalam ekosistem kampus—baik untuk pembelajaran personal, penilaian adaptif, hingga efisiensi tugas administratif dosen. Isu etika seperti kesenjangan akses, bias data, dan plagiarisme juga dibahas dengan pendekatan literasi AI yang bertanggung jawab.

Sesi lainnya dari Dr. Didik H. Huswo mengangkat peran bioinformatika sebagai kunci memahami omics serta integrasi pendekatan eksperimental dan komputasional dalam riset biologi modern. Sementara itu, Popi Septiani, Ph.D. dari ITB menjelaskan bagaimana AI berperan dalam genetika tanaman untuk mendukung ketahanan pangan nasional—dengan menyoroti tantangan dan prospek AI di bidang pertanian berkelanjutan.

Rakernas ini juga membahas pentingnya memperkuat jejaring jurnal ilmiah Biologi di Indonesia. Data dari GARUDA menunjukkan terdapat lebih dari 220 jurnal bertema "bio", namun kualitas editorial masih bervariasi. KOBI mendorong pelatihan, kolaborasi, dan pertukaran manuskrip untuk meningkatkan standar publikasi ilmiah.

Sebagai bagian dari penguatan profesionalisme bidang biologi, turut diperkenalkan pula Indonesia Biologist Association (IBA) atau Perkumpulan Profesi Ilmu Hayati Indonesia (PPIHI) yang telah berdiri sejak 22 Agustus 2022. IBA diharapkan menjadi wadah pengembangan karir dan perlindungan profesi bagi para biolog di Indonesia dengan peran strategis sebagai agen perubahan, pembangunan, dan pemersatu komunitas biologi nasional.

Rakernas KOBI 2025 menjadi momentum penting untuk menyatukan visi pendidikan dan riset biologi nasional yang responsif terhadap era digital, kolaboratif lintas sektor, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Konsorsium Biologi Indonesia berkomitmen menjadikan biologi sebagai ilmu masa depan yang adaptif, relevan, dan berdaya saing global.