Surabaya, 7 Oktober 2025 — Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Tower ASEEC, Universitas Airlangga, sebagai rangkaian International Conference of Bioscience, Biodiversity, and Biotechnology (ICB3). Rakernas tahun ini mengusung tema “Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi dan Peran Konservasi Keanekaragaman Hayati dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan diikuti oleh lebih dari 50 program studi biologi anggota KOBI.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ketua KOBI, Rektor Universitas Airlangga, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Dalam arahannya, Menko PMK menegaskan bahwa ilmu biologi berperan fundamental dalam ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, mitigasi perubahan iklim, dan perlindungan ekosistem. Hal ini sangat relevan mengingat Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity dunia.
Rangkaian Rakernas diawali dengan sesi kunci ICB3 yang menghadirkan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dwi Kusuma Wahyuni, Ph.D., dan Prof. R. Haryo Dwito Armono. Konferensi ini membahas sinergi riset dasar dan terapan biologi, pengembangan bioteknologi, maritim, dan rekayasa lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui paparan daring, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi berbasis Outcome-Based Education (OBE). Konsep #KampusBerdampak ditegaskan sebagai paradigma baru dengan tiga fokus utama:
Paparan ini menegaskan bahwa perguruan tinggi, khususnya di bidang biologi, harus menjadi motor transformasi sosial-ekonomi dan solusi krisis lingkungan menuju Indonesia Emas 2045.
Sesi utama disampaikan oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup, dengan tema “Peran Konservasi Keanekaragaman Hayati dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”. Beliau menekankan bahwa biodiversitas adalah fondasi pembangunan Indonesia, yang meliputi:
Konservasi biodiversitas dipandang bukan sekadar isu lingkungan, melainkan strategi nasional untuk kedaulatan pangan, energi, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.
Rakernas KOBI juga menginisiasi penyusunan naskah akademik penguatan program pascasarjana biologi, dengan target:
Langkah ini sejalan dengan standar internasional (ASIIN) dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Rakernas 2025 menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis:
Dengan berakhirnya Rakernas 2025 di Surabaya, KOBI menegaskan kembali misinya sebagai penggerak utama sains biologi Indonesia. Melalui penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan komitmen pada konservasi keanekaragaman hayati, KOBI bertekad melahirkan inovasi, talenta, dan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung kemandirian bangsa dan pembangunan berkelanjutan.